Tuesday, March 16, 2010

Whistle on The Wind

Greetings,

Holiday! Day off's! Rest? Not really.
Well, it's useless to be wimpy and start ranting. Not to mention it's also annoying.

"Gotta live your life.
You may be alive. You may have a life. But you might not living the life."

See the difference?
I'm in no mood to have a long strings of text.. yet. Maybe I'll talk about in sometime. But not now. I'm fully aware that my stamina is limited, and need to be conserved for tomorrow.

Oh, but I had an interesting short story.
So, it was already quite late, and I was finishing my weekly laundry routine. I was sleepy, and some rain-drenched clothes were kinda stinky, and so it was not a really pleasant mood I had.
The next thing I know, a couple of guys were mumbling in.. German (maybe? or another European language) in front of a drying machine.

(o_O) ...I thought I'm staying in an all-girls boarding school...

It turns out that they are some guests from overseas. Maybe there're some announcements about them, some announcement I didn't manage to hear, and thus we stared at each other for about 5 seconds or so before they finally asked for help with two priceless expressions.

(^^) LOL.
Life never cease to surprise me, indeed.

Good night,

aurell4173

Wednesday, March 10, 2010

My Wish

Coz' of the influence I got from "5 cm", for once, I want to use Indonesian.

Ok, jadi banyak yg terjadi belakangan. Sala satunya, minggu kmaren. Entah stelah berapa lama, saia tanding olah raga lagi. Tanding. Match! Bukan tes ato ujian skolah.

Tes tetep rame. Apalagi skrg yang lagi dimaenin tenis. THE tenis. THE sports yang serasa long lost love, tragic type buat gw personally. Buat 3 bulan terakhir ini, PE lessons adalah surga kecil diantara pelajaran laennya.

Tapi matches.. itu beda.

"The most painful thing of a moment is when you can't do anything for what is going on in front of your eyes."

Dan setelah beberapa waktu, sempet lupa tu feeling.

Minggu kmaren, setelah memutuskan buat maen against my better logic as a first-aider, gw serasa org yg jantung kanannya idup lagi (ato mirip2 gitu dhe, meski gw cuma punya satu jantung di sebelah kiri sih). Dengan anehnya dan ajaibnya, gw terharu.
Prtandingan2 yang gw maenin, DAN pertandingan yang ga gw maenin, in the end smuanya tumplek jadi satu. Entah gmn, beberapa hal yang ada di pikiran gw, tiba2 jadi jernih.

Waktu smuanya udh beres, mendadak gw sadar klo gw terharu. Dan gw pun menangis. Dengan lebih dari satu alasan.

Bukan cuma karena kita sempet kalah.
Bukan cuma karena kita sempet menang.
Bukan cuma karena gw ga maen.
Bukan cuma karena gw sempet maen banyak.
Bukan cuma karena smuanya bentar lagi beres.
Bukan cuma karena smua team mates dan supporters ngerubung jadi satu.
Bukan cuma karena team lawan pun ikutan ngerubung.
Bukan cuma karena gw bersyukur kaki gw masi bisa efektif dipake.
Bukan cuma karena gw ga nyesel sama skali udh mutusin buat maen.
Bukan cuma karena di dlm matches itu gw diem2 mutusin banyak hal2 yang jadi pikiran belakangan.
Bukan cuma karena gw senang atas keputusan yang gw ambil.
Bukan cuma karena gw sedih sama keputusan yang gw ambil.

Tapi campuran dari semuanya, baik yang ketulis di atas maupun nggak.

Ga ada hubungannya sama pamor, imej, sgala detil2 ga penting yang banyak dibikin alasan. Feeling waktu lagi maen di tengah2 lapangan itu bner2 beda. Gw yakin klo ini mau dijabarin juga gw bisa bikin esai yang jauh lebih panjang dari Geog AA. Dan feeling macem itu lah yang bisa ngajarin mental seseorg lebih dari nasehat2 klise ato teori macem2. Referensi ke "5 cm", contohnya kayak berhasil manjat gunung Mahameru bisa ngubah nasib dan gaya hidup seseorang drastis. Self-experience emg beda. Gw ngerti klo yg baca ini spontan komentar klo ini lebay ato sok-dramatis. Tapi, well.. self-experience emg beda.

Yang pasti, setelah post-match period yang bner2 anti-climatic karena mendadak datar dan boring dan tidak produktif, skrg pikiran gw mulai jernih, smoga.

Udh pernah gw tulis di post2 sebelomnya. Tujuan idup gw kurang lebih termasuk jadi org yang gw sendiri bakal suka. Gw ga mau nyeselin apapun yang udh gw lakuin, ato gw ucapin, pengennya sih. Bukan berarti gw ga akan pernah ngaku salah, jauh dari itu. Cuma.. gw ga mau ngabis2in waktu gw buat muter2 menangisi nasib. Waktu idup terlalu terbatas buat itu, sudah terbuktikan dgn pengalaman.

Minggu kmaren.. is really the feeling of being alive. Gw ga mau lupa lagi.

Tapi gw juga ga mau trus tenggelem di situ. Ato gw bakal nyesel ntarnya.
So, it's time to move on. Beresin hal2 yang ngeganjal di kepala. Trus kita maju lagi. Idup itu emg enaknya gitu, kayaknya.

Good night,